Punguan Pasaribu Sedunia akan Menggelar Pagelaran Budaya di Batu Hobon

Benny Pasarib8

formarnews.id – Punguan Pasaribu Sedunia akan menggelar Pagelaran Budaya di Batu Hobon, Samosir, Sumatera Utara, mulai 18 Oktober  2025 dihadiri  sekitar 5,000 -an orang lebih pomparannya  dari berbagai pelos0k se-Tanah Air dan Parserahan : Sorkam, Barus, Borbor, Humbahas, Dairi, Papua, Jakarta, Medan, Simalungun, Bandung dll.

Undangan seperti VVIP terdiri atas Bupati Samosir dan Kadis, Kapolres dan Kajari serta pejabat Pemkab Samosir. Juga Gubernur & Sekda Sumut. Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata juga akan diundang termasuk ibu: Para pemuka adat dan para tetua pomparan Raja Borbor dan Guru Tatea Bulan juga diundang.

Bacaan Lainnya

Punguan Pomparan Raja Pasaribu Indonesia (PPRPI) juga akan mendeklarisikan Sejarah dan Tarombo pada tanghal 18 Okt di Batu Hobon yang terlebih dahulu diputuskan pada Rakernas 16-17 Oktober di Samosir. Juga masuk Program Kerja PPRPI yaitu membangun Tugu Raja Pasaribu yang diharapkan selesai dibangun pada akhir tahun 2026, ujar Ketua Umum PPRPI Dr Ir Sahala Benny Pasaribg, MEc dan Sekjen Ir Lusman Pasaribu.

Marga Pasaribu adalah keturunan dari Oppung Tuan Saribu Raja, anak kedua dari Guru Tatea Bulan. Kata Pasaribu dibawa turun temurun dari nama Saribu Raja. Saribu Raja adalah Raja Pasaribu I. Anak dari Isterinya, Oppung Boru Mangiring Laut, adalah bernama Raja Borbor yang kemudian menjadi Raja Pasaribu II. Demikian seterusnya sampai ke Saribu Raja III yang menjadi Raja Pasaribu VIII. Anaknyalah Raja Habeahan, Raja Bondar, dan Raja Gorat.

Benny Pasaribu menambahkan, Wakil Ketua Umum I adalah Ir Sahat P Pasaribu, pengusaha tambang dengan Bendahara Umum adalah Kristian Pasaribu, MBA.

Mangalahat Horbo adalah sebuah tradisi unik yang berasal dari masyarakat Batak di Sumatera Utara, Indonesia. Tradisi ini melibatkan ritual penyembelihan kerbau sebagai bagian dari upacara adat yang sakral.

Mangalahat Horbo memiliki makna yang mendalam dalam budaya Batak, yaitu sebagai simbol kekuatan, kesuburan, dan kemakmuran. – Tradisi ini juga digunakan sebagai bagian dari upacara adat untuk memohon berkat dan perlindungan dari Tuhan. *** en

 

Pos terkait