formatnews.id – Samosir, Rencana pelaksanaan Perayaan Hari Ulos yang akan digelar Jumat, 17 Oktober 2025 di Titik Nol Habatahon, Sianjurmula-mula, Kabupaten Samosir, batal dilaksanakan di lokasi tersebut. Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Pusuk Buhit itu terpaksa dialihkan ke sekretariat yayasan yang beralamat di Lumban Butar ll, Kelurahan Siogung -ogung, Kecamatan Pangururan, Samosir.
Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Efendy Naibaho kepada awak media di Rumah Makan Sederhana Pangururan, Rabu (15/10) menjelaskan bahwa pembatalan kegiatan di Titik Nol Habatahon disebabkan beberapa kendala, termasuk pembangunan kantor Parsadaan Pomparan Limbong Mulana Indonesia (PPLMI) yang sedang berlangsung di lokasi tersebut.
“Sebagai bagian dari Bangso Batak, saya berkomitmen untuk terus menggugah semangat masyarakat agar tidak tergoyahkan oleh budaya luar. Hari Ulos adalah warisan budaya yang sangat penting untuk kita jaga demi keberlangsungan generasi mendatang”, tegas Efendy Naibaho.
Menurutnya, perayaan Hari Ulos harus tetap berjalan meskipun dengan cara yang sederhana. Oleh karena itu, acara akan tetap dilaksanakan di sekretariat Yayasan Pusuk Buhit.
Kegiatan ini semula juga dijadwalkan dihadiri Ketua Umum PPLMI, Dr Bernhard Limbong, S.os., SH., MH., yang datang dari Jakarta. Namun, melalui surat yang dikirimkan Sekeretaris Jenderal PPLMI, ke Saut Limbong di Bona Pasogit, Bernhard menyampaikan permohonan maaf karena jadwal yang sangat padat sehingga tidak dapat hadir dalam acara tersebut.
“Selain itu, pembangunan kantor sekretariat PPLMI di lokasi Titik Nol Hangoluan membuat tempat tersebut kurang mendukung untuk pelaksanaan kegiatan,” tambah Efendy.
Sementara itu, di hari yang sama, Pemerintah Kabupaten Samosir mengadakan perlombaan Fasion Show di Tutuk Siadong, Kecamatan Simanindo, yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 21 Oktober 2025. Efendi menilai, meskipun kegiatan lain berlangsung, hal tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk menghentikan perayaan Hari Ulos, yang merupakan bagian dari warisan budaya Batak.
“Ini bukan soal meniadakan kegiatan lain, tetapi menjaga dan melestarikan budaya kita. Jangan sampai pergeseran budaya ini mengikis identitas Bangso Batak,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan di Sekretariat Yayasan Pusuk Buhit, perayaan Hari Ulos tetap menjadi momentum penting untuk mempererat rasa kebersamaan sekaligus meneguhkan identitas budaya Batak di Tanah Batak, jelasnya. ***
Samuel Parningotan
