Chazali H Situmorang, Pengamat Kebijakan Publik
SEMUA orang saat ini sedang terkoyak, kata lain dari terganggu. Jiwa rakyat ini sedang terganggu selama 1,5 tahun pandemic covid-19. Korbannya luar biasa, bahkan termasuk yang terbesar angka kematiannya pada level dunia. Lebih 100 ribu angka kematian. Yang jadi sasaran empuk umumnya komorbid dan usia lanjut.
Tapi yang menyedihkan adalah mereka yang berpendidikan tinggi, tenaga medis berjatuhan, tumbang dan meninggal dunia. Demikian juga mereka yang tidak kita kenal, fakir miskin, kurang gizi, imunitas rendah, juga sasaran empuk virus yang tidak kenal lelah memburu mangsanya.
Rakyat ini juga sudah terganggu dengan ketatnya PPKM Darurat, dilanjutkan dengan level 3 dan 4. Pedagang – pedagang ada yang sudah menaikkan bendera putih. Rakyat juga sudah terkoyak dengan data BPS yang menyatakan perekonomian kita tumbuh di kuartal II ini 7%. Pada saat rakyat menaikkan bendera putih.
Rakyat mulai terganggu saat pandemi Covid-19 dan menyabung nyawa, bertebaran baliho sebesar gajah, menampilkan wajah tokoh politik, pejabat negara, dengan senyum gagah dan menawan menyapa rakyatnya. Perdebatan pro dan konta pun ditampilkan yang sering membuat rakyat terganggu dan bingung. Mana yang benar, mana yang ngak benar, dan mana yang waras, dan mana yang hampir waras.
Yang pasti sekarang ini sector riel sedang mengap-mengap. Aku punya teman bengkel mobil suami istri, sudah lebih banyak becanda di bengkelnya. Pengunjung sepi. Sedangkan karyawan tidak sampai hati mereka suruh diam di rumah.
Warung sembako di tetanggaku omzetnya menurun drastis, tapi mereka bertahan berjualan, dengan berharap rejeki datang dari mereka yang berbelanja. Apotek juga yang sebulan lalu booming larisnya, semua vitamin, obat untuk imunitas, obat kerongkongan, masker, betadin kumur-kumur laku keras, sekarang ini daya beli mereka menurun. Bukan lagi obat tidak ada, tetapi mereka sudah menurun daya belinya.
Rakyat yang terganggu ini, cenderung tertekan. Orang yang tertekan imunitas menurun. Disuruh vaksinasi supaya imunitas meningkat, tetapi intake gizi rendah, ya sulit jugalah.
Gubernur, Bupati maupun Walikota mendeklarasikan bahwa di wilayahnya sudah herd immunity karena lebih 70% dari penduduknya sudah divaksin. Apakah 70% divaksin di suatu wilayah adminstrasi, otomatis herd immunity terjadi?. Rakyat jadi terganggu lagi mendengar gigauan publik itu. Apa rakyat itu berada di dalam kolam, tidak kemana-mana diluar kolam. Apa virus itu mengenal wilayah administrasi?. Itulah gunanya pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, agar virus itu tidak ikut dengan kita.
Rakyat kini terkoyak perasaannya. Para aktivis sudah terkoyak pikirannya dengan menghadapi kekuasaan di segala lini cabang-cabang kekuasaan negara.
Rakyat sudah mulai terganggu perasaan, karena sudah tidak maksimal menjalankan tugasnya. Ada yang terkena covid-19, ada yang trauma covid-19, dan ada yang stress karena diswab terus setiap minggu jika masuk kantor. Senjata yang paling ampuh, lapor swab antigen positif, tidak masuk kantor, atasan atau pejabatnya tidak berani menyuruh masuk kantor. Isoman. Istilah yang poluler sekarang ini. Isolasi mandiri, sampai sembuh atau tidak sadarkan diri.
Presiden tidak kehilangan akal sehatnya. Beliau mobilisasi TNI dan Polri. Bantu itu rakyat yang sedang terganggu dengan gerakan vaksinasi Covid-19. Tidak cukup itu, juga BIN, menggerakkan anak sekolah untuk divaksin. Luar biasa. Lonjakan kepesertaan vaksin meningkat luar biasa.
Dan saat ini syarat vaksin menjadi penyekat bagi mereka yang datang ke pusat perbelanjaan, mall. Tapi rupanya untuk perjalanan, pemerintah masih “senang” mensyaratkan swab antigen dan atau PCR, tidak cukup vaksin. Rakyat jadi terganggu lagi pikirannya. Berapa lagi “koyak” kantongnya untuk suatu perjalanan?.
Memang akhirnya, rakyat disuruh stay at home, yang ngak punya uang kelaparan, apalagi tidak sampai bansos kerumahnya, imunitas menurun. Yang punya uang, stay at home, bisa pesan via on line, nonton tv android, nyanyi-nyanyi, berjemur, berenang, dan ngantuk tidur dengan lelapnya.
Kapan rasa terkoyaknya perasaan rakyat ini akan berakhir….
Cibubur, 13 Agustus 2021
