PROBOWINOTO, SEORANG REVOLUSIONER SEJAK MUDA

BP l repro

Join Zoom Meeting:
https://bit.ly/2WDq0Zq

Meeting ID: 932 1217 3514
Passcode: PSHNUKSW

Bacaan Lainnya

PENDETA Basoeki Probowinoto belum dikenal di kalangan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). GMKI didirikan oleh Leimena dengan meleburkan Perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI) dan Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV op Java). Padahal Probowinoto menjadi aktivis organisasi kepemudaan sejak ia sekolah keguruan di Solo dan teologi di Yogyakarta,

Strategi kerja Probowinoto seperti nasionalis lain yang berjuang melalui publikasi untuk promosikan pemikiran-pemikirannya, Saat studi di Yogyakarta, Probowinoto telah jadi pendiri dan pemimpin redaksi majalah bulanan berbahasa Belanda berjudul “De Richtlijn”.

Melalui majalah ini Prof. Verkuyl tertarik dengan sosok Probowinoto. Kebesaran Probowinoto tercecer dalam banyak dokumen di Indonesia dan Belanda. Usaha untuk mengkonsolidasikan dokumen ini belum pernah dilakukan, Beberapa akademisi mempelajarinya seperti Philip Quanles van Ufford, Sylvana Apituley, Suwarto, Semuel S. Lusi yang jadi rujukan kajian pempahlawanan ini.

Buku festchhrift tentang Probowinoto yang diinisiasi oleh Supardan dengan melibatkan begitu banyak orang-orang yang mengenal Probowinoto dengan baik, ini yang memungkinkan pelacakan tentang patriotisme Probowinoto dimungkinkan terjadi. Kalau tidak maka jasa besarnya akan ditelan oleh jaman, Orang-orang yang mengenal kebesarannya satu persatu meninggalkan dunia.

Satu elemen penting yang bakal hilang adalah dimensi aktivis kepemudaan Probowinoto yang belum terjangkau ranjau GMKI dari dulu hingga sekarang. Basoeki Probowinoto menjadi bagian dari CSV op Java (1932) yang kemudian menjadi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) nyaris hilang jika tidak ada kajian ilmiah pempahlawanan ini.

Saksi keterlibatan Probowinoto disampaikan oleh Soelarso Sopater-Ketua Umum PGI tahun 1987-1999 yang mengenal baik Probowinoto. Kesaksian Sularso ditulis dalam buku “Tutur Tinular, Punjung Tulis 70 Tahun Supardan”.

Informasi bahwa Probowinoto menjadi bagian dari CSV op Java ada pada halaman 11, demikian bunyinya:“Di Indonesia para mahasiswa Kristen berhimpun dalam C.S.V. (Studenten Vereniging) op Java (1932). Tokoh-tokohnya adalah T.S.G. Mulia, J. Leimena, A.L. Frans, W.J. Rumambi, J.L.Ch. Abinego, S. Marantika, B. Probowinoto dlsb, yang aktif dalam dasawarsa 30-40an; banyak juga mengikuti konferensi-konferensi ekumenis Sedunia”.

Mengapa dimensi ini begitu penting untuk masa kini dan yang akan datang? Studi Semuel S. Lusi yang jadi salah satu tim pengkaji menemukan bahwa gerakan nasionalisme Indonesia di kalangan orang Kristen bersumber dari semangat oikumene yang dipelopori oleh organisasi pemuda yang dimulai dari CSV op Java yang kemudian jadi GMKI yang didirikan oleh Leimena.

Sumber nasionalisme Probowinoto selain keterpaparannya dengan orang-orang Taman Siswa yang melibatkan Ernerst Douwes Dekker sebagai guru politik dan jurnalis Probowinoto, juga dari gerakan Pemuda Kristen yang diikuti. Yang kemudian menjadi matang dalam keterlibatannya di Kelompok Kramat 65 yang jadi tempat para pemuda Kristen berkumpul di jaman Jepang.

Di tempat inilah Probowinoto menemukan keperpihakannya pada republik yang dipimpin Soekarno. Republik pimpinan Soekarno saat itu sama sekali tidak populer di kalangan pemerintah dan masyarakat termasuk zending Belanda.

Soekarno dipandang pengikut Jepang fasis yang mendukung berbagai bentuk kekerasan sosial yang terjadi. Koreksi lain yang selayaknya dilakukan adalah Pendeta Basoeki Probowinoto kemunculannya tidak terlambat. Ia se-generasi dan sepantaran umur dengan Sukarni, Wikana dan Chaerul Saleh yang menculik Soekarno dan Hatta untuk percepatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Juga Probowinoto sebaya dengan Bung Tomo. Jiwa revolusionernya bangkit karena Probowinoto hadir di saat tepat di umur pemuda.

Dalam kerangka dekonstruksi mind set tentang Pendeta Basoeki Probowinoto sebagai aktivis pemuda yang selayaknya masuk dalam wacana GMKI maka Ketua Umum Pusat-Jefri Gultom dan penulis buku “Gerak Ganda: Sejarah Gerakan Pemuda Kristen Indonesia”-Patmono SK akan mengulas secara tuntas webinar September 2021.

Dengan dimoderatori aktivis GMKI-Ricky Arnod Nggili yang jadi peneliti Pusat Studi Pengembangan Filsafat Kritis Universitas Kristen Satya Wacana. l pad – en

Pos terkait